6 Penyakit Kulit yang Biasanya Menyerang Bayi

 

Anak-anak, khususnya yang masih bayi atau balita lebih berisiko merasakan penyakit kulit sebab kebiasaan keseharian mereka menggunakan popok. Di samping itu, penyakit kulit pada bayi pun mungkin dirasakan karena bersentuhan dengan anak lain yang telah mempunyai gangguan kulit sebab kuman atau virus tertentu. Tentu saja, ada pun penyakit kulit yang mempunyai sifat keturunan, dan jenis penyakit kulit ini seringkali permanen.

Jenis penyakit kulit yang diderita oleh anak-anak lazimnya sama dengan orang dewasa. Namun, ada beberapa jenis penyakit kulit yang biasanya menyerang anak-anak, di antaranya merupakan:

  1. Ruam popok (diaper dermatitis)

Ruam popok ialah peradangan pada wilayah yang tertutup popok, layaknya bokong dan lipatan paha. Penyakit ini muncul dampak terlalu lama bersentuhan dengan air kencing dan tinja, atau iritasi terhadap bahan tertentu pada popok. Kondisi berikut menambah risiko terjadinya ruam popok:

  • Pemakaian popok terlampau lama.
  • Anak merasakan diare atau sering buang air besar.
  • Kulit anak sering basah atau berkeringat.

Beruntung, gangguan kulit ini seringkali terbatas pada tempat yang ditutupi popok saja, sampai-sampai penanganan bisa difokuskan pada wilayah tersebut.

  1. Kerak kepala bayi (cradle cap)

Kondisi ini seringkali terjadi pada bayi yang baru lahir sampai berusia tiga tahun. Hal ini ditandai dengan adanya sisik putih atau kuning yang tebal di permukaan kulit kepala. Dalam dunia medis, situasi ini dinamakan dengan cradle cap yang adalah istilah lain dari dermatitis seboroik.

Meski jarang, gangguan ini terkadang dapat terjadi di sejumlah bagian tubuh lain, layaknya pada alis, kelopak mata, telinga, lipatan hidung, belakang leher, atau ketiak. Dalam sejumlah kasus, penyakit ini dapat menyebabkan kulit berkerak dan mengeluarkan cairan kekuningan. Meski demikian, seringkali penyakit ini bakal hilang dengan sendirinya. Namun andai tidak hilang juga, dianjurkan segera kunjungi dokter guna mendapatkan perawatan yang tepat.

  1. Eksim

Eksim yang mempunyai nama medis dermatitis atopik ini adalah penyakit kulit yang ditandai dengan kulit merah dan gatal. Meski sering terjadi pada anak-anak, tetapi bukan berarti orang dewasa terbebas dari penyakit ini. Eksim ialah jenis penyakit kulit jangka lama (kronik) dan akan kambuh secara tiba-tiba, namun lantas mereda. Pada beberapa individu, eksim dapat disertai dengan asma.

Belum ada penyembuhan yang bisa menyembuhkan penyakit ini, obat-obatan hanya bermanfaat untuk menolong meredakan gejala. Di samping dengan obat, untuk meminimalisir gejalanya bisa dilakukan sejumlah tindakan, misalnya:

  • Jangan menggaruk kulit sebab dapat mengakibatkan luka dan infeksi.
  • Hindari pemakaian sabun yang dapat mengakibatkan iritasi.
  • Jaga kebersihan
  • Hindari stres.
  • Rajin melembapkan kulit.

 

  1. Campak

Jenis penyakit kulit yang umum menimpa anak-anak lainnya ialah campak. Campak adalah penyakit yang diakibatkan oleh virus dengan penyebaran yang cepat. Pada permasalahan yang jarang terjadi, penyakit campak dapat menyebabkan komplikasi serius pada anak-anak, layaknya pneumonia (peradangan pada paru-paru).

Kini telah ada vaksinasi campak sebagai tahapan pencegahan. Pemberian vaksin campak pada anak-anak bisa meminimalkan risiko terpapar penyakit ini.

  1. Kutil

Kutil adalah pertumbuhan kulit yang diakibatkan oleh virus HPV (human pappillomavirus). Ada lebih dari 60 jenis virus HPV, namun hanya sebagian yang mengakibatkan tumbuhnya kutil pada kulit. Penyakit ini bisa menular melewati kontak fisik langsung pada kulit. Kutil pada anak dapat hadir jari, telapak tangan, telapak kaki, lutut, ataupun siku.

  1. Cacar air

Cacar air ialah penyakit yang paling umum menimpa anak-anak, namun dapat juga terjadi pada orang dewasa. Penyakit ini diakibatkan oleh infeksi virus yang mempunyai nama varicella-zoster virus. Gejala cacar air seringkali berupa demam panas disertai hadir ruam di kulit. Ruam sendiri hadir dalam format melepuh layaknya tetesan embun, bintik-bintik, dan koreng. Biasanya cacar air menimpa anak sekitar seminggu dan dapat menular ke anak lain dalam tempo cepat. Beruntung sekarang ada vaksinasi yang sudah dilaksanakan secara luas, sampai-sampai penyakit kulit ini semakin jarang diderita oleh anak-anak.

 

Posted on: May 17, 2019, by :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *