Bertanam di Area Sulit, Bukti Kejeniusan Suku Dani

Bertanam – Lembah baliem di pegunungan tengah papua, terletak pada ketinggian 1600 m. lembah ini membentang sejauh kurang lebih 60 km dan juga lebarnya rata-rata 15 km. endapan lumpur dari hujan dan juga sungai baliem penuhi sebagian besar permukaan lembah.

dekat 7000 tahun yang kemudian, wilayah berlumpur kelela, lembah baliem, tercipta endapan organik, yang menggambarkan nutrisi yang amat berarti untuk tumbuh-tumbuhan. perihal ini dimanfaatkan oleh manusia pada waktu itu buat bertani buah merah (pandanus).

suku dani menggambarkan penduduk asli lembah ini. legenda mereka mengatakan kalau leluhur suku dani asal usulnya dari gua-gua di daerah baliem.

suku dani amat jenius mencerna tanah laporan bimbel stan terbaik. mereka mempunyai prestasi yang luar biasa atas kehebatan pertanian di lahan yang susah.

lereng curam, kering, tandus, diolah jadi petak-petak bertingkat, menjajaki wujud lahan, yang kanan kirinya di antara petak-petak itu merupakan saluran air pembuangan air hujan, supaya susunan tanah yang tipis tidak tersapu air hujan. tidak hanya itu pula petak-petak model ini, sanggup melindungi tanah dari longsor sepanjang terjalin hujan dari waktu ke waktu. mereka menanam ubi jalar ataupun singkong pada petak-petak ini.

pada masa pemerintahan belanda, ahli-ahli pertanian belanda sempat berupaya tingkatkan hasil panen kebun ubi jalar suku dani dengan membagikan pupuk pabrik dan juga mengganti petak-petak jadi sistem terasering. namun ahli-ahli pertanian belanda ini kesimpulannya menyerah, hasil yang diharapkan tidak tercapai, nyatanya lebih rendah dari hasil pembuatan suku dani dan juga mencuat tanah longsor.

dengan metode tradisional, suku dani sanggup membikin kebun mereka sama subur tidak kalah dengan petani-petani modern.

Posted on: November 6, 2017, by :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *