Cara Merawat Pohon Belimbing agar Cepat Berbuah

Cara Merawat Pohon Belimbing agar Cepat Berbuah

Bagaimana cara merawat pohon belimbing agar cepat berbuah? Belimbing manis (Averrhoa carambola L.) adalah tanaman penghasil buah belimbing yang berbentuk menyerupai bintang. Belimbing merupakan tumbuhan asli Indonesia serta India dan Srilanka. Pohon belimbing bisa tumbuh hingga mencapai tinggi 5 m dan tidak terlalu banyak membutuhkan sinar matahari. Bunganya berwarna merah muda yang muncul dari ujung dahan.

Buah belimbing berwarna hijau yang kemudian akan berubah menjadi hijau kekuningan seiring dengan pertambahan kematangannya. Ketika dipotong, bentuk buah ini memiliki penampang seperti bintang. Buah belimbing terasa manis keasaman dan segar karena banyak mengandung air. Ukuran bijinya cukup kecil serta warnanya cokelat.

Salah satu kelebihan pohon belimbing ialah tingkat pertumbuhannya yang terbilang cepat. Pemeliharaannya pun sangat mudah dengan pertumbuhan buah yang tidak mengenal musim. Bunga belimbing akan berkembang menjadi bakal buah setelah 70-80 hari kemudian. Sedangkan waktu yang dibutuhkan oleh bakal buah untuk berubah menjadi buah sekitar 30-40 hari.

Untuk mempercepat proses pembungaan dan pembuahan, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, di antaranya :

Langkah 1. Pemangkasan Cabang

Agar pohon belimbing cepat berbuah, mutlak perlu dilakukan pemangkasan secara berkala. Jika tidak, pertumbuhan cabang dan tajuk tanaman menjadi tidak terkendali sehingga akan mengahalangi proses fotosintesis. Pemangkasan ringan dilakukan dengan memotong ranting dan daun yang sudah tidak produktif serta tunas air dan bagian tanaman lain yang telah rusak.

Melalui pemangkasan, diharapkan pancaran sinar matahari yang mengenai tanaman bisa lebih optimal dan sirkulasi udara pun menjadi semakin lancar. Sehingga daun belimbing akan lebih produktif dalam menghasilkan karbohidrat yang tersimpan sebagai cadangan makanan. Semakin banyaknya jumlah cadangan makanan yang tersedia, maka semakin besar pula peluang pohon belimbing untuk segera menumbuhkan buah.

Langkah 2. Pelengkungan Dahan

Perlu diketahui, dahan pohon belimbing yang tumbuh secara tegak lurus akan sulit menghasilkan bunga. Solusinya, dahan tersebut harus dilengkungkan ke posisi datar supaya pertumbuhan vegetatifnya dapat terhenti. Anda bisa mengikat dahan tersebut dengan kawat/tali yang dihubungkan ke pasak untuk menahan posisi dahan agar tetap mendatar.

Tahukah Anda, posisi dahan yang tegak akan memicu produksi hormon auksin yang dapat menumbuhkan tunas-tunas baru. Sementara itu, dahan yang mendatar bisa meningkatkan kinerja hormon etilen untuk membentuk bunga belimbing. Ketika dahan melengkung, pertumbuhan tunas akan terhambat sedangkan proses asimilasi meningkat sehingga produksi karbohidrat pada daun pun mengalami kenaikan. Namun karena penyaluran lahan ke batang tertahan oleh tali kawat, cadangan makanan ini pun akhirnya menumpuk di bagian-bagian batang yang menjadi tempat pertumbuhan tunas yang baru.

baca juga : harga bibit tanaman

Langkah 3. Pelukaan Batang

Langkah ketiga ini dilakukan dengan mencacah kulit batang, mengerat kulit dan dahan secara melingkar, mengerok kelit batang, serta mengikat batang menggunakan tali atau kawat. Fungsi utama dari perlakuan ini ialah untuk merangsang pohon belimbing supaya lekas memproduksi buah. Ini dikarenakan karbohidrat akan terkumpul di bagian tajuk pohon manakala jaringan phloem yang ada di batang terputus.

Akan tetapi, potensi kemunculan buah menggunakan teknik ini termasuk rendah. Bila tidak dikerjakan dengan hati-hati justru akan mengakibatkan matinya pohon belimbing. Sebab perlukaan yang salah menyebabkan pasokan makanan dari tanah menjadi terbatas sehingga pertumbuhan tunas dan daun melemah. Terbatasnya karbohidrat yang yang dihasilkan oleh daun menimbulkan keterbatasan pula pada produksi buah-buahannya.

Langkah 4. Pengairan Tanah

Mengingat pohon belimbing mempunyai sistem perakaran yang dangkal, penggenangan air khususnya pada musim kemarau dapat memacu pembentukan buah seiring dengan kemunculan tunas-tunas baru. Di sisi lain, jumlah air yang berlebihan pada musim penghujan malah harus dibuang melalui saluran pembuangan air. Fungsinya adalah untuk menghentikan pertumbuhan ranting dan daun, sehingga produksi karbohidrat oleh daun belimbing bisa berlangsung lebih optimal.

Langkah 5. Pemupukan Ulang

Pupuk yang bagus untuk merangsang terjadinya pembuahan adalah pupuk yang kaya akan kandungan unsur P. Yap, unsur fosfor ini berguna untuk mengurangi tingkat pertumbuhan vegetatif pada pohon belimbing sekaligus mendorong pertumbuhan bunga. Sebaiknya pemberian pupuk dilakukan setiap 7-10 hari sekali.

Cara pemakaiannya pupuk tersebut disemprotkan di permukaan daun bagian bawah secara merata dengan dosis sesuai anjuran pada kemasan. Waktu yang paling ideal untuk mengerjakannya ialah pada pukul 9 pagi atau 4 sore. Penyemprotan pupuk pada siang hari justru akan mengakibatkan daun menderita luka bakar karena pupuk yang bersifat higroskopis ini menguap terlalu cepat. Hindari juga memberikan pupuk ketika menjelang hujan.

Langkah 6. Pemberian Hormon

Hormon tanaman biasa disebut pula sebagai Zat Pengatur Tumbuhan (ZPT) adalah bahan kimia yang mampu memengaruhi fungsi jaringan tanaman. Meskipun tidak termasuk zat hara, bahan ini sanggup meningkatkan efisiensi pemakaian zat hara oleh pohon belimbing. Beberapa hormon yang sudah diproduksi sendiri oleh tanaman misalnya auksin, etilen, dan giberelin kini banyak dibuat oleh manusia.

Penggunaan hormon ini wajib memperhatikan petunjuk aturan pakai yang tercantum di kemasannya. Dianjurkan untuk melaksanakan penyemprotan hormon di waktu kondisi cuaca sedang cerah dan tingkat kelembaban udara tidak terlalu tinggi. Pemberian hormon tanaman juga harus diimbangi dengan pemberian pupuk NPK dalam jumlah yang cukup.

Cara Pembibitan Belimbing Paling Mudah

Pembibitan buah belimbing dengan cara generatif hanya digunakan untuk menghasilkan vegetatif dan keturunan yang berbeda dalam jumlah yang banyak tapi di sini akan membahasnya. Persiapan benih atau bibit buah belimbing sebaiknya dengan cara vegetatif seperti pencangkokan, okulasi dan susuan.

Pembibitan buah belimbing cara vegetatif tersebut maka diperlukan pohon belimbing dengan kualitas unggul dan benar-benar dapat menghasilkan buah yang banyak serta manis enak.

Dengan memilih pohon belimbing yang sudah dewasa ( sudah panen beberapa kali) dan pohon yang benar-benar terbukti menghasilkan buah yang berkualitas dan banyak. Lakukan pencangkokan atau gunakan biji buah belimbing.

Bisa juga dengan teknik mengambil biji buah belimbing dengan kualitas buah yang manis dan besar. Sisihkan biji-biji dengan memilih yang bagus tidak cacat, letakkan pada wadah, cuci sampai bersih dan bebas dari lendir-lendirnya. Kemudian keringkan ditempat yang teduh tidak terlalu panas hingga kadar air yang terkandung pada biji tersebut sekitar 12-15 %.

Tahap Penyemaian Blimbing Manis

Simpan biji di wadah tertutup dan berwarna tutup rapat atau langsung letakkan dalam tempat penyemaian. Dalam penyemaian biji buah belimbing dilakukan di lahan yang gembur, tanah harus gembur dan dengan ketinggian tanah 20-40 cm dalam keadaan gembur dan diamkan serta letakkan di tempat teduh berangin sampai sekitar kurang lebih 15 hari.

Tambahkan  kompos untuk kesuburan tanah, tambahkan 2 kg/ m2. Beri atap pada tanah yang terbuat dari jerami/ daun-daunan atau dari plastik bening. Dengan ketinggian 75- 1 meter dari permukaan tanah.

Rendam biji buah belimbing dalam air hangat atau dingin 50 derajat Celsius, selama setengah jam. Lalu sebar biji pada lahan dengan jarak 10-15 cm dan biarkan tunggu hingga tumbuh kecambah dari biji tersebut.

Lakukan penyiraman secara merata dan rutin 1 sampai 2 kali sehari,  lakukan pemupukan dengan pupuk pabrik dengan dilarutkan ke dalam air untuk 10 gr dengan 10 liter air selama 3 bulan sekali.

Dalam pembibitan buah belimbing pengecekan hama seperti rumput atau pengecekan terhadap harus dilakukan setiap hari untuk mendapatkan hasil bibit tanaman yang baik dan berkualitas. Perbaikan tanah juga menjadi prioritas utama, lakukan penyemprotan untuk memperbaiki tanah dengan pestisida pada konsentrasi 30-50 %.

Tahapan yang harus Anda lakukan untuk memulai cara menanam apel dari biji.

  1. Mengatur  Suhu Dingin

Langkah pertama dari cara menanam apel dengan menggunakan biji adalah dengan menyemai biji apel tersebut hingga tumbuh tunas. Pada tahap ini memang ada beberapa halyang harus Anda perhatikan. Salah satunya adalah menciptakan media semai, dengan memanipulasi suhu ruangan. Karena seperti Anda ketahui, pohon apel tumbuh baik di lingkungan yang bersuhu dingin seperti kebun-kebun apel yang ada diberbagai daerah seperti Batu, Kota Malang maupun Lembang, Bandung serta daerah setra budidaya apel lainya.

Kumpulkan biji buah apel dari dua jenis buah apel yang berbeda, ini dimaksudkan karena nanti saat pohon sudah memasuki masa berbuah, pohon apel tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri jika hanya ada satu pohon apel saja yang Anda tanam. Setelah biji dipisahkan dari daging buah, jemurlah biji-biji tersebut agar kulit luar biji tersebut tidak terasa lembab.

Cara menanam apel selanjutnya adalah masukkan biji apel yang sudah kering tersebut ke wadah berupa tissue atau kain. Tissue ini digunakan sebagai media semai biji yang kemudian Anda masukkan kedalam wadah yang dapat di tutup rapat, misalnya stoples atau Tupperware. Selain tissue, Anda juga dapat menggunakan tanah gambut sebagai media semai biji apel tersebut.

  1. Pindahkan Tunas ke Pot / Polibag

Setelah biji di dalam lemari es mulai bertunas dan mengeluarkan akar, cara menanam apel selanjutnya adalah memindahkan bibit bertunas tersebut ke dalam media pot. Isilah media pot dengan tanah gambut dengan PH netral, serta tambahkan pupuk kompos dengan perbandingan 2 : 1. (pupuk dan tanah).

Selanjutnya lubangi media tanam tersebut dengan jari telunjuk untuk meletakkan bibit yang mulai berakar tadi. Pindahkan biji apel dengan hati-hati, agar akar yang sudah mulai muncul tidak rusak, kemudian tutup kembali dengan tanah, dan sirami dengan air secukupnya untuk menciptakan kondisi lembab di sekitar biji.

Tempatkan pot tersebut di dalam suhu kamar namun tetap usahakan agar mendapat akses sinar matahari pagi. Anda dapat menaruhnya di jendela rumah sebelah timur agar matahari pagi dapat langsung diterima oleh pot berisi biji apel tersebut. Sirami dengan rutin biji apel di dalam pot tersebut hingga mengeluarkan daun tanaman, proses cara menanam apel pada tahap ini biasanya membutuhkan waktu 3 sampai 4 minggu.

  1. Pindahkan ke Lahan Tanam Sesungguhnya

Setelah bibit tersebut mengeluarkan 5 hingga 7 helai daun, maka bibit tanaman sudah siap untuk dipindahkan ke media tanam sesungguhnya. Jika Anda hendak menanam di halaman rumah, sebaiknya cangkul tanah terlebih dahulu agar tanah menjadi gembur dan tambahkan pupuk kompos jika perlu agar nutrisi tanaman dapat terpenuhi dengan baik.

Cara menanam apel dari biji selanjutnya adalah memindahkan bibit yang sudah mulai muncul tunas tersebut kedalam media tanam, sebaiknya lakukan pemindahan di pagi hari agar tanaman baru tidak stress ketika langsung terpapar sinar matahari siang. Setelah ditanam sengan hati-hati, sebarkan mulsa di sekitar tanaman untuk menciptakan kelembaban sekitar tanaman. Anda dapat menaruh jerami, serbuk kayu gergaji, maupun batang gandum kering sebagi mulsa.

  1. Merawat Pohon Apel

Sirami dengan rutin tanaman apel Anda, terutama jika menghadapi musim kemarau. Tanaman sangat menyukai lingkungan yang lembab namun tidak terlalu basah. Cara menanam apel dari biji juga membutuhkan pemupukan susulan layaknya cara menanam apel dari stek maupun okulasi. Anda dapat menggunakan pupuk tambahan dari jenis NPK dengan dosis ¼ kg per pohon setiap 4 bulan sekali.

Setelah berumur 6 sampai 8 tahun, biasanya pohon apel Anda akan mulai berbuah. Memang pohon apel yang ditanam dari biji memiliki masa panen lebih lama dibandingkan jika Anda menanam apel dari bibit hasil cangkok maupun okulasi. Namun demikian, keberhasilan pecinta buah apel dalam mempraktekkan cara menanam apel dari biji adalah suatu kepuasan tersendiri yang tidak dapat diganti.

Posted on: March 26, 2019, by :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *