Apakah Perlu Pengembang Beri Diskon Pembelian Properti?

Berdasar analisa Colliers pada tahun kemarin, harga jual apartemen strata condong statis di angka Rp34,8 juta per mtr. persegi. Pada tahun ini harga apartemen strata itu direncanakan sedikit naik ke arah level Rp35,5 juta per mtr. persegi.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto menjelaskan walau cuma naik tipis, tapi bisa memberi desakan paling besar untuk pasar kelas menengah ke bawah. Diinginkan dapat jual unit pada harga yang lebih dapat dijangkau.

Selain itu, dari customer masih terhalang oleh suku bunga yang tinggi walau suku bunga BI 7 Days Repo Rate sudah dipotong oleh pemerintah serta ada pada level 5%. Menurut Ferry, umumnya bank memang memakan waktu seputar 6 sampai 12 bulan untuk sesuaikan dengan suku bunga.

Untuk menggairahkan bidang property, seharusnya tidak cuma gantungkan stimulus fiskal dari pemerintah saja. Pengembang sebenarnya dapat memberi bonus atau potongan harga. Potongan harga yang dibutuhkan sampai 20 % sampai 30 persen” tutur ia.

Langkah ini diaplikasikan supaya unit lama yang tersimpan bisa terjual ke pasar. Masalahnya pengembang memerlukan ongkos yang lumayan besar bila simpan unit kelamaan.

Direktur Analisa Savills Indonesia Anton Sitorus menjelaskan, bidang property akan bertambah bila perkembangan ekonomi Indonesia dapat di atas 5% per tahun.

“Pengembang dapat memberi potongan harga besar supaya bidang property tumbuh cepat,” tuturnya.

Intinya lewat Tubuh Usaha Punya Negara (BUMN) bisa mengaplikasikan bisnisnya dengan optimal untuk lebih menumbuhkan bidang property. Ia memberikan contoh, BUMN harus memberi keuntungan lebih pada warga dari bagian harga yang murah.

“BUMN harus memudahkan warga atau calon konsumen. Jangan ikutan seperti swasta,” katanya.

Berdasar data Colliers, tingkat resapan apartemen pada kuartal IV/2019 masih di angka 87,2 % sedang suplai alami penambahan tambahan beberapa 2.458 unit atau bertambah 4,8 % dengan tahunan.

Baca Juga:

Selama 2020, Colliers memproyeksikan penambahan suplai apartemen sampai 13.304 unit. Tetapi tahun ini, direncanakan tingkat resapan apartemen akan alami penurunan ke angka 85-86 % dengan melemahnya daya beli warga.

Selama ini investor meredam diri tidak untuk lakukan transaksi sebab masih ada sentimen negative, walau pasar sekarang coba sembuh pasca-pemilu. Pemerintah sendiri sudah lakukan beberapa usaha supaya pasar kembali bergairah, diantaranya dengan turunkan ketetapan uang muka (down payment) lewat pelonggaran kebijaksanaan rasio Loan To Value (LTV). Disamping itu, pemerintah sudah merelaksasi Pajak Penjualan Atas Barang Eksklusif (PPnBM) buat tempat tinggal eksklusif yang nilainya dibawah Rp 30 miliar.

Pasar apartemen di tahun ini direncanakan masih alami desakan. Karena ketertarikan investor untuk beli apartemen jadi investasi belum juga alami penambahan.

Disamping itu, desakan pada pasar property karena disebabkan investor masih lihat belum terdapatnya sentimen yang positif dari pasar sewa. Imbal hasil yang dipandang masih kurang menarik. Ini membuat faksi yang ingin beli apartemen jadi investasi condong pikir-pikir .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *