Ka’bah Dalam Sejarah

Ka’bah Dalam Sejarah – Rumah ibadah kesatu yang dibentuk di wajah bumi ini merupakan ka’bah. allah berfirman dalam tulisan al-maidah ayat 97, “allah telah menjadikan ka’bah, rumah suci itu bagaikan pusat (peribadatan dan juga urusan dunia) untuk manusia. ”

 

 

Nama-nama lain ka’bah yang dusebutkan dalam al-quran merupakan “al-bait”, baitullah (rumah allah), al-baitul haram (rumah suci), al-baitul ‘atiq (rumah tua ataupun pusaka), qiblat (kiblat) dan juga lain sebagainya.

Dalam sejarah, ka’bah direnovasi sebanyak 13 kali. secara periodil dapat diurutkan bagaikan berikut: (1) para malaikat; (2) nabi adam as; (3) nabi syits bin adam as; (4) nabi ibrahim dan juga nabi ismail as; (5) al-amaliqah; (6) jurhum; (7) qushai bin kilab; (8) quraisy; (9) abdullah bin zubair (tahun 65 h); (10) hujaj bin yusuf (tahun 74 h); (11) sultan murad al-utsmani (tahun 1417 h); dan juga (13) raja abdullah bin abdul azis.

Renovasi yang dicoba malaikat sampai masa jurhum terjalin sebelun masa nabi Muhammad saw. dan juga pada renovasi yang dicoba kalangan qurais, dia ikut serta didalamnya. bagi riwayat dalam proses renofasi itu kalangan qurais setuju tidak menerima dorongan dana dari irang orang yang gemar berbuat keji dan juga suka memakan harta riba, melainkan mengaitkan orang yang bersih aja.

Baca Juga : Travel Umrah, Paket Umrah Lailatul Qadar, Paket Umroh Idul Fitri Plus Turki

Sejarah mencatan kalau pada dikala itu para pembesar qurais berselisih mengerti tentang siapa yang bakal meletakkan berulang hajar aswat ke tempatnya. tiap perwakilan kalangan mengaku merekalah yang amat berhak. namun sehabis didiskusikan mereka beraklamasi buat menyerahka peletakan itu kepada Muhammad saw yang populer diantara mereka bagaikan “al-amin” (orang yang mampu dipercaya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *