Keterampilan Presentasi Yang Membujuk Dan Memotivasi

Berita Film newsinfilm.com menyajikan kabar terbaru dunia movie, film Indonesia dan luar negeri dari para bintang film terkenal. ulasan film, artikel film, kajian film dan database film indonesia dan segalanya tentang film indonesia dikemas dengan liputan yang uptodate

Hampir setiap orang merasa sedikit gugup untuk menyampaikan presentasi di hadapan kelompok. Beberapa orang lebih memilih menjalani perawatan saluran akar daripada mengalami kecemasan saat berpidato. Ikuti beberapa pedoman dasar untuk persiapan dan pengiriman, dan Anda dapat mengubah rasa gugup menjadi energi positif yang mencapai hasil yang Anda inginkan

Presentasi Adalah - Pengertian, Tujuan, Manfaat, Macam Dan Jenis

Presentasi Yang Sukses

Rahasia presentasi yang sukses itu sederhana, berdasarkan akal sehat. Namun, banyak orang gagal mempekerjakan mereka

Langkah Pertama: Tujuan

Apa tujuan presentasi Anda? Ada banyak alasan untuk membuat pidato atau pengumuman, dan Anda perlu menjelaskan tujuan Anda dengan jelas. Apakah Anda harus menyampaikan kabar buruk ke departemen Anda? Apakah Anda memerlukan keputusan dari atasan Anda tentang situasi bisnis yang bermasalah? Apakah Anda punya solusi dan ingin meyakinkan orang? Apakah Anda mencoba menjual solusi atau produk?

Kebanyakan presenter mencoba membujuk audiens mereka untuk membeli ide-ide tertentu. Mereka harus cukup menginspirasi dan memotivasi pendengar untuk mengambil tindakan atau memberi lampu hijau untuk menindaklanjuti solusi yang disarankan

Tujuan Presentasi

Anda perlu memimpin audiens melalui proses pengambilan keputusan sehingga anggota dapat melakukannya bersama Anda. Kecuali jika mereka yakin bahwa mereka “memiliki” keputusan tersebut, mereka tidak akan bertindak berdasarkan keputusan tersebut

Sangat penting untuk menghindari mengeja semuanya untuk mereka. Biarkan mereka “melihat” apa masalahnya dan keputusan mana yang dibutuhkan. Mereka kemudian akan dengan senang hati terlibat dalam mencari solusi dan antusias untuk bertindak berdasarkan solusi tersebut

Langkah Kedua: Kenali Audiens Anda

Penonton Anda tidak hanya terdiri dari orang-orang yang akan Anda hadapi saat Anda menyampaikan pidato. Ini juga mencakup mereka yang mungkin terpengaruh atau terpengaruh oleh proposal Anda. Sebelum Anda memikirkan tentang apa yang harus dikatakan, Anda harus menentukan siapa audiens Anda dan apa yang mereka butuhkan dari Anda untuk mendukung argumen Anda

Pastikan Anda menjual manfaat solusi Anda — bukan fiturnya. Misalnya, jika program baru Anda menguntungkan perusahaan dengan menghemat waktu dan uang, inilah yang harus Anda tekankan. Ini akan lebih menarik bagi audiens Anda daripada diskusi tentang fitur program yang sebenarnya. Selalu fokus pada minat audiens Anda

Inilah 9 Cara Bagaimana Meningkatkan Keterampilan Presentasi Layaknya  Seorang Pembicara Profesional - Rona Presentasi

Langkah Tiga: Susun Presentasi Anda

Sering kali, sebaiknya buka dengan cerita yang mengungkapkan gambaran masalah yang dihadapi. Cerita melibatkan orang, terutama jika itu pribadi dan nyata. Mereka menciptakan hubungan yang otentik dan menarik perhatian orang. Ingat: 30 detik pertama Anda adalah yang paling penting

Tindak lanjuti cerita Anda dengan analisis masalah yang jujur, dan dukung dengan statistik penelitian. Internet menjadikan ini bagian dari tugas Anda dengan mudah, tetapi berhati-hatilah agar tidak menghabiskan terlalu banyak waktu untuk statistik

Kemudian, tunjukkan solusinya. Ini adalah “barang bagus”, karena orang ingin tahu kelegaan sudah di depan mata. Jelaskan manfaatnya bagi audiens Anda

Memperkuat Presentasi Anda

Jika Anda menggunakan slide atau grafik PowerPoint, jangan terlalu terikat padanya. Mereka harus melengkapi pembicaraan Anda dan mengilustrasikan poin-poin penting, bukan menyampaikan presentasi untuk Anda. Jangan menggunakan grafik yang berisi setiap kata yang Anda ucapkan, dan jangan pernah membaca langsung dari layar

8 Trik Cerdas Tingkatkan Keterampilan Presentasi di Kantor - Lifestyle  Liputan6.com

Batasi teks menjadi subpos, yang harus cukup besar untuk dibaca dari bagian belakang ruangan. Jangan berbicara ke layar, bukan ke audiens Anda. Dan selalu bersiaplah untuk kemungkinan kegagalan listrik atau teknologi; membawa handout dan memiliki cara alternatif untuk menyampaikan pidato Anda jika tidak ada layar

Mengelola Kecemasan

Beberapa ahli menyarankan untuk menghafal 60 detik pertama pidato Anda. Jika Anda melakukan ini, pastikan itu terdengar alami dan otentik. Karena Anda cenderung terbuka dengan cerita pribadi, perkenalkan diri Anda dan jelaskan mengapa topik Anda sangat penting bagi Anda. Ini membuat 60 detik pertama terdengar natural, bahkan jika Anda menghafal teks Anda

Jangan menarik perhatian pada kegugupan Anda dengan memberi tahu penonton tentang hal itu. Anda dapat berbagi perasaan Anda, tetapi tidak dengan kecemasan Anda. Tujuan Anda adalah menampilkan diri Anda secara otentik, sebagai manusia sejati

Jangan mengganggu atau mengutak-atik rambut, pakaian, atau bagian tubuh Anda. Latih pidato Anda di depan cermin sesering mungkin, dan minimalkan rasa gugup dengan berdiri di belakang podium, jika perlu. Berlatihlah menarik napas dalam-dalam untuk relaksasi instan

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *