Polisi Sumatera Barat Amankan 54.940 Besi Non SNI

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Barat menyebarluaskan pengungkapan terkaan tindak pidana, perdagangan besi baja tulang beton sedang non Dosis Nasional Indonesia (SNI).

Baca juga : harga besi beton ulir

Polisi menyita 54.940 batang besi baja tulang pasir sedang berbagai Tingkatan sebagi barang bukti. Polisi serta telah mengisbatkan pemilik toko dan gudang dengan inisial WKL jemputan Awi, sekiranya tersangka.

“Pengungkapan urusan ini permulaan dari pengumuman masyarakat atas tebakan peredaran besi baja tulang semen polos non SNI di pasaran,” ujar Kasubdit 1 Ditreskrimsus Polda Sumbar AKBP Yunizar Yudistira, Rabu 7 Maret 2018 di sela-sela Press Release di Mapolda.

Yunizar Mengujarkan Polda menyusuri dengan membentuk penyamaran. Akibatnya polisi mengidap barang bukti di dua Tempat adalah di Toko Sumber Baru yang beralamat di Jalan Prof M Yamin No 185 A, Kecamatan Padang Barat dan di gudangnya yang beralamat di Jalan By Pass kilometer 8 Kecamatan Lubuk Begalung, Padang.Polisi cekal barang bukti bercorak besi baja tulang pasir sedang dosis 12, 8, dan 6 mili meter dengan superioritas TYRS, US dan AS seluruh 54.940 batang. Dokumen delegasi toko dan gudang bermotif Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), izin kendala tanda daftar gudang/ruang (TDG/R), dan dokumen penjualan besi baja tulang semen prasaja selagi 2016 dan 2017.

Kata dia, selisih harga rekahan besi non SNI dan yang berlabel SNI meraih Rp 10 ribu per batangnya.”Selama tiga tahun, berjualan pelaku telah jual sejumlah 404.031 batang besi besi baja tulang kerikil ugahari non SNI ke wilayah Sumatera Barat,” ujarnya.

Yunizar mengungkapkan juga telah menyelesaikan penjajalan sample di laboratorium Wisma Riset dan Standarisasi Perusahaan Panggung terhadap berbagai kelebihan besi yang dijual Terkandung Risikonya tidak menguncup syarat dan mutu baja tulangan batu pertengahan seperti yang diatur dalam SNI nomor 2052: 2014 tentang Besi Baja Tulangan Beton Polos.

Kata dia, tersangka diduga membeli besi itu di kawasan Tanggerang dan Banten. Pihaknya dapat menapaki lebih jauh.Atas perbuatannya, tersangka disangkakan Hukum Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian Acara 120 ayat (1) dan (2), Kegiatan 53 ayat (1) huruf b, Hukum Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan Kesibukan 113 dan Hal 57 ayat (2), Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Kesibukan 8 ayat (1) huruf a, dan Kegiatan 62 ayat (1) dengan peringatan pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 5 milyar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *