Tantangan Pendidik di Era Milenial

Seorang guru atau pendidik memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di negara kita. Eksistensinya tidak akan dapat tergantikan, walaupun sekarang di era digital, pengetahuan mudah diperoleh dalam sebuah genggaman. Ya, walaupun dengan sekali klik pelajar bisa mendapat materi yang hendak dia cari, namun keberadaan guru di tengah anak-anak kita akan selalu dinantikan, hadirnya akan menciptakan keriuhan keingintahuan akan banyak hal.

Seiring berkembangnya teknologi, kemampuan anak didik pun melejit. Mereka piawai mengais informasi dari website atau portal berita melalui gawai yang tak lagi menjadi barang mahal bahkan vital. Tantangan tersendiri bagi para pendidik tentunya, untuk tetap mentrasfer ilmu ditengah arus informasi di segala penjuru kehidupan. Tantangan apalagi yang mesti ditaklukkan para pendidik untuk menunjukkan performa terbaik mereka?

  1. Karakteristik Unik Para Peserta Didik

Para peserta didik zaman now sering disebut dengan generasi X. Generasi milenial dengan akses informasi yang tak tergerus energi. Zaman yang tak lagi bisa mengajar hanya satu arah saja. Lahir generasi aktif, bahkan kritis. Karakteristik mereka pun bervariasi, tidak lagi murid yang mau diatur tanpa menyampaikan pendapat atau ide yang lahir dari pikiran mereka, tetapi menjadi personal yang berani mengungkapkan pendapat berdasar data dan fakta yang telah dicari sumbernya. Bagaimana mengelola situasi pembelajaran menjadi hidup, dengan melibatkan para peserta didik tetap aktif dan menerima materi dengan sepenuh hati? Hal ini menuntut para guru untuk mendidik dengan “hati”, tetap jeli menangkap berbagai ekspresi para murid dengan segala keunikannya.

  1. Upgrade Ilmu, Tak Lekang Waktu

Tantangan untuk terus memperluas pengetahuan, mengupgrade wawasan serta profesionalisme pengajar yang berdedikasi adalah hal penting berikutnya. Nggak mau dong, kalau muridnya lebih pintar dan menguasai materi? Secara zaman sekarang tak sulit mencari jawaban beragam pertanyaan, kursus online, belajar via aplikasi, dan banyak hal melalui kecanggihan teknologi. Guru pun dituntut untuk pintar dalam berbagai bidang. Bahkan bila sang guru “out of the box”, totalitas dalam menyampaikan materi, akan semakin menarik minat siswa untuk mengikuti pembelajaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *